ADA APA DENGAN 21 12 12?


Meramal ‘KIAMAT’ bukan hanya sekali terjadi di bumi manusia ini. Jatuhnya ribuan meteor di Cili sekian abad silam, banyak pemikir, baik yg bersandar pada anomali sampai ke dunia ilmu pengetahuan, ditengarai sebagai ‘tanda2’ hari kiamat. Setiap bencana, di mana pun keberadaannya, selalu diindikasikan ke arah (yang benar2 hanya Allah yang mengetahuinya) Kiamat. Berapa sosok manusia Indonesia yang juga sering lantang ‘berani’ menyentuh hari akhir itu?

UNTUK MEMBANTAH STIGMA SERTA TEORI TERSEBUT
TIDAK PERLU MEMBUTUHAKN KITAB WAHYU

Untuk mementahkan teori yg diributkan tentang hari akhir itu, sungguh tak pantas menyertakan ‘dalil2 wahyu’, terlalu berharga. lagi pula, pencanang teori tersebut
selain menafikan wahyu ilahi, mereka juga tidak faham ‘substansi kebenaran’ universe.

Jika teori yg dicanang benar, dengan sejumlah preparat atau penunjang teori tersebut mampu memprediksi kejadian sekian tahun sebelumnya, baik menggunakan teori kwantum sampai ke skynet dan the Matrix, pertanyaannya sangat sederhana:

Mengapa kejadian2 yang sangat empiris dibumi
tidak mampu diprediksi lebih awal, macam:

– Tornado yang meluluh – lantakkan Colorado dan sekitarnya tak mampu diprediksi?
– Kebakaran hutan di Amzon (bukan ulah manusia) juga tak mampu diramal
– lelehnya lautan es, di lautan Arctik
– Munculnya bahteri aneh di lautan Altlantik dan Pasisif
– munculnya planet menyerupai bumi yang memancarkan energi
– lelehnya pegunungan di Eropa, Mont Blanc, yg mengakibatkan gangguan water resource seluruh daratan Eropa, khususnya Perancis – sehingga debit air di bumi Eropa susut drastis
– badai yg memuluh-lantakkan daratan Taiwan
-Tsunami (di mana-mana) termasuk di Indonesia
– Badai korona yg menerbangkan debu jutaan ton metrik di Australia
– munculnya gugus bintang baru berjarak milyaran tahun sinar
– bertambahnya jumlah lapisan antariksa, dari tujuh hingga 10 dan seterusnya
– jumlah gletzer yg cair
dan masih jutaan kasus empiris tak mampu diindera dengan alat tercanggih yg konon sekarang DPI IC di dunia hyperreality sudah mendekati angka 10 pangkat 20, pertanyaannya, mengapa kasus sederhana yg sering berulang tak mampu diprediksi?

Mengapa pula harus kebakaran jenggot mana kala terjadi perubahan iklim secara global tak mampu juga diprediksi? Teori dasar penelitian dan pengembangan tehnologi (apa saja) adalah untuk memprediksi lebih awal dan mengetahui suatu proses kejadian, kemudian mempersiapkan proses penanggulangan serta mempersiapkan diri sebelum kejadian, mengapa harus ribut? Jika 3 tahun di depan terjadi kiamat, mengapa harus pusing? Tidakkah kelompok indeterminis, bahkan determinis sekali pun yg menafikan adanya tuhan, mengapa juga harus ribut? Apa virtualisme di dunia matrix tdk mampu menjawab ‘akhir’ kehidupan yg bakal terjadi?

Bagi kami: semua yang berada pada substansi universe adalah “PROTOLIMIT”, ultimate concern, yg tak akan pernah mampu disentuh oleh logika nalar apa pun. Bahan baku suatu materi pun tak akan pernah diketahui. Apa bahan baku ion, proton, neutron, mono cell, kromosom, pasetron, nuclea, antimatter, mineral logam dan non logam, apa bahan baku emas, apa bahan baku batu, dst, ternyata tk satu pun saintis mampu menjawab. Semua adalah auto poesis, self organizing system (swa atur).
jika saya boleh menyederhanakan firman Allah tentang jagad raya ini:

LIHATLAH APA YANG AKU CIPTAKAN, TIRULAH UNTUK KEMASLAHATANMU (MANUSIA) DAN JANGAN KAU TANYAKAN BAGAIMANA ITU TERJADI, KAMU TAK AKAN MENGETAHUI, KARENA ITU URUSANKU

Bahasa kami sebagai makhluk yang yakin adanya Sang Pencipta, Allah subhaana wa Ta’ala, kami yakini semua maujud (materi universe) sebagai Sunnatullah.

semoga bermanfaat.

25 sept 2009
Salam…
err amanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: