MARI KUBASUH MUKAMU NAK


kuserahkan cintaku pada dunia
hingga aku kehilangan cinta itu sendiri
karena berhitung dosa adalah kesia-siaan
karena dunia hanya sekejap
maka tak layak bicara hukuman
yang penting heppy

—————————————————————-

bangunlah nak, buka matamu
mari aku basuh mukamu agar kau bisa melihat
ada apa di balik awan berselimut kabut tebal
aku melihat wajahmu yang pucat pasi
buka telingamu
mari aku dongengkan sejarah peradaban dongeng di negeri dongeng

syahdan dahulu kala ketika manusia masih bergelantungan di hutan raya
menggali batu mencangkul belantara tanah perdikan
menempuh jarak hasrat dengan keringat dan telanjang kaki
berlindung di lobang gunung, pohon raksasa
laki laki dan perempuan menjaga aurat hanya dengan selembar serat atau dedaunan
mereka membangun peradaban dari pimpinan alam
mereka mampu bicara dengan bahasa apa saja

mari kubasuh mukamu nak
agar kamu mampu menatap dari ke dua matamu
tentang dongeng peradaban di negeri dongeng
sebab jamanmu sudah melompat lompat tak tentu arah
bertikai tikai tentang kedibyaan diri atau wajah garang golok di pingang
bukan untuk menjaga diri
tapi untuk mengebiri

syahdan dahulu kala ketika manusia mulai jadi pemburu
dengan keringat mereka menafkahi diri mereka
santun yang dibaca dari gerak alam
pohon – pohon yang saling meninggi berebut matahari
tidak saling merugi
dahan dahan yang menekuk arah agar tak menghalang dahan dahan pohon lain
biji biji yang diterbangkan angin untuk berbiak di kemudiannya
mereka tak merasa memberi atau menerima
mereka menjalankan titah dari sebermula diciptakan
menjaga keselarasan hayati

akar akar yang menembus tanah atau bebatuan
pergulatan thidup tanpa bergantung hujan turun
binatang binatang memakan buah dan ranum daun
pepohonan tak merasa kehilangan
daun daun luruh membusuk mereka hisap kembali untuk daya hidup
mereka olah tanpa merasa dibantu atau membantu

matahari air udara bulan bintang
tak merasa menyajikan kebaikan atau keindahan
mereka berjalan pada titah harmoni hayati

manusia dan alam adalah masyarakat bumi yang salaing menjaga keselarasan
buku awal dari filsafat kehidupan
tangan tangan mereka bersih dari kelaliman
pemimpin pemimpin mereka adalah jiwa jiwa yang bersih noda
dan biarlah sejarah dongeng peradaban terongok di sudut kota
negeri dengan dongeng kiwari yang sesak dan ceceran darah kiwari
maka biarkan dongeng ini menjadi buku peganganmu
sampai kapan pun
hingga semesta menjawab semua dongeng yang terpilahkan
karena ketegaran keyakinan nurani fitri
di selembar kafan
ia akan menjadi cahaya di titian dan perjalanan yang baka.

CINTAILAH DUNIAMU DAN ALLAH AKAN MEMBUKA SELEBAR-LEBARNYA PINTU DUNIA
DAN HANYA ITU YANG KAU DAPAT, MATIMU AKAN DIHINAKAN

Tangerang 31 Oktober 2009
erry amanda

1 Komentar

  1. cakpawoko said,

    8 Desember 2009 pada 12:22

    wow keren…mari kubasuh makamu nak.
    tapi di ending dengan huruf besar kok sepertinya ngak nyambung ya? apa memang disengaja demikian


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: