PANTATILUNG-PANTATILUNG


berjalan di trotoar negeri solek
pohon-pohon lampu bermandikan cahaya
elok nan elok sungguh elok nian
wajahku yang jatuh di etalase
kaca kaca kristal deretan warung warung megah
sungguh indah warna-warna wajahku ikut berhias di bayang bayang dibya
aku tangkap langkah-langkah tergesa sepi sapa
riuh yang dingin

di kejauhan terdengar gelegar suara suara aneh
seperti paduan suara antara deru sirine dan suara aneh

…pantatilung…pantatilu

ng…pantaaatiluuuung…pantaaatiluuuung..!!!

terus bertalu terus menderu
mendesak-desak telinga
aku coba eja satu persatu suara suara itu sambil bertanya
: telingaku berubah menjadi aneh
ketika berada di bawah jembatan yang melingkar-lingkar tanpa sungai

Suara semakin meninggi
raungan sirine maikin tak bersela

oi…
aku terkesima menyaksikan gerobak-gerobak pengangkut sampah
dikerumuni banyak orang sambil teriak sambil menuding sambil menendang
gerobak truck penuh manusia seperti kambing atau bahkan lebih mulia sampah

…pantatilung…pantatilung…pantatiluuuung… pantaaatilluuuuung…

terus menggema kemudian samar-samar seperti suara suara rengekan bercampur kebuasan
aku tak berani bertanya apa arti suara suara itu

tiba tiba terdengar lirih suara angin berbisik

“itu suara suara yang tak perlu dimengerti
bahasa yang jelas pun juga tak pernah dimengerti
maka itulah bahasa terakhir untuk mewakili bahasanya sendiri

“dinding dan ruang ruang negeri terlalu kotor karena mereka
di tengah pusat negeri megah harus selalu berhias wajah
mereka tak pantas jadi bagian negeri bebas yang terbatas”

aku hanya diam selalu diam
karena di otakku masih ada tumpukan pertanyaan
apa makna suara suara:

pantatilung…pantatilung…pantatilung

berkejap suara jiwaku
ketika suara itu ternyata tak asing
ia adalah suara anakku yang belajar mengungkapkan keinginannya
dengan menggunakan bahasanya sendiri
bahasa yang tak pernah diketahui siapa pun
bahkan oleh bapak – biyungnya sendiri

oh….

…pantatilung…pantatilung…pantatilung

sampai kapan kalian mampu mengucapkan kalimat kalimat yang bisa dimengerti?

Tangerang, 18 okt 2009

erry amanda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: