SAJAK-SAJAK YANG TERCECER


SAJAK-SAJAK YANG TERCECER
Oleh erry Amanda

SAJAK SEEKOR GAGAK
Legam!
hari hari kelam
suara hiruk pikuk, Pembunuhan!
suara serak mengebur udara jadi beragi
menghantar segala ketakutan

:siapa yang bakal mati lagi
pada musim kering di sini
terjepit di antara puisi

1976

sajak dingin

dingin dingin di celah bara
tanah tanah resah menguapkan bau keringat
mengepulkan segala desah
moncong pabrik langkah tergesa

adalah dingin dingin hati
basah, membentuk lingkaran lingkaran
silau cahya
mempertahankan jasad

dingin dingin baja
terus saja mengeja hari hari kerak
terlempar di antara cairan darah dan nanah
seutas senyum sekilas tertangkap

perladangan di sini
rumput rumput – rumpun sabana
adalah terik matahari
adalah dendang sama sama
tembang abadi
dingin dingin bara kiwari

1976

nasib 1

apa arti kemesraan merenungi nasib
menggaulinya di gelap malam
jika keranda sering berhenti di teras rumah ini
lalu:
mencecerkan darah
entah siapa yang terbunuh lagi
oleh tangan tangan yang selalu gemetar
mengejar berkah di terik hari?

1977

nasib 2

telah terlepas busur dan anak panah
melukai mata
tetapkan langkahmu
meski bisik bisik bahasa perdebatan
antara batini dan badani amat menggoda
menggali keinginan saling berebut
: siapa aku!

jaga busa racun menghembus dari peparu
meski kodrat kerlip kejora cahya alami
bincang sunyi dusta manusiawi

sebongkah tanah pijak
timbang rasa
sekalipun bimbang selalu ada

1977

nasib 3

gerlap cahya pendar
rasa dan bahasa terlantar
lalu pencar
lalu pendar
lalu hambar

(ah, manisnya
biarkan saja dulu; toh sama sama kita tahu
ujud dan dimensi ruang ini)

21111977

(dimuat di HU Suara Indonesia Surabaya/Kultura – Suara Budaya Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: