SEBUAH KIDUNG


Dua sajak dikirm oleh sahabat yang nyaris terlupakan.
terima kasih sobat Tono Martono, yg ketika masih di Ngadisuryan
kita tidur, makan dan kelaparan bersama. Tak nyangka sobat masih menyimpan puisi usang saya yang saya senidir sudah tak ingat. Do’a tulus menyertaimu kawan.

SEBUAH KIDUNG

Ketika kakek tua menghitung uban kesengsaraan
di dadaku, bunda
juga gerimis tua menghantar segala resah
kemudian membeku di pembaringan
saat jingga mentari di timur
melanjutkan sisa hidup kemarin
kemarau tak hendak berkesudahan

kembali kakek tua menyulam tikar ketabahan
di hatiku, bunda

adalah kelahiran tergerak napas alami
mengendap endap fiil kemanusiaan
menyuruk mencari jiwa yang tersaruk saruk
di sepanjang perjalanan usia
merentaskan makna jerit kehidupan
di bumi perkasih
ini negeri

jua kutanyakan siapa kau
bocah angon pulang
menghantar mega mega di senja merah
kidungnya mencat lembah dan batu batu
tembangkan kesetyaan dan pengabdian
tanah tercinta
di sana buncah air mata mengairi sawah sawah
atas kehidupan
terlupakan
terkucilkan

ah, masih kuingat cerita kakek tua
yang terbaring di ujung kanal pinggiran desa
di rimbun semak semak kepasrahan
ia bincangkan air rahmani
di atas lembar kertas cinta hidup kemanusiaan

dan kubawa serta deras cintanya
ke sluruh urat di dada
ku bawa mengembara
bersama darah yang hanya bermilik cinta.

Yogya, Maret 1974
(HU. Yudha Minggu)

ELEGY SENJA

akan ku tulis kerinduan di keningmu manis
seperti kerontangnya tujuh musim
wajah pagi hilang bentuk
keluh kesah bergetar di ujung kepedihan
saat kapan mala-petaka mencaci dunia
dari jaman ke jaman

oi, mengapa cinta kasih jadi beledru
seperti sulaman permadani koyak jaman Daud
ini terjadi?
sampai saat semuanya berakhir
matahari dan bulan bersentuhan

kasih
adalah malam berselimut kelam
betapa bayang panjang kian membentang
dik: bicaralah di hatimu tentang cerlang langit tujuh
di sana aku juga sedang berbincang
tentang syahwat bersilang silang.

Yogya, 26 Maret 1973.
(Berita Nasional Yogya)

(dua sajak ini kami tulis di Ngadisuryan, serumah dg. SALIMI AHMAD, alm. LAZUARDI ADI SAGE, alm.NIKI KOSASIH serta Adjie Soeatmadji).

SAJAK-SAJAK INI KAMI PERSEMBAHKAN KEPADA SEMUA SAHABAT YANG SUKA DG DUNIA SAJAK/PUISI. MESKI TIDAK KAMI TAG, SESUNGGUHNYA INI UNTUK SEMUA SAHABAT. TERIMA KASIH

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: