INIKAH MAWAR YANG KAU HARAPKAN?


INIKAH MAWAR YANG KAU HARAPKAN?

“berapa seikat mawar ini kang?”
tanya pejalan kaki di pinggiran jalan
penuh lalu lalang
“berapa biasanya kau isi pulsa? setara itulah”

“seharga itukah?” tukang kembang senyum mengambang

“pernah kau dengar petuah jaman?

‘jadilah kembang yang harum,
sebab tidak semua kembang yang indah harum baunya
bunga sekarang sudah penuh gincu, facial serta aroma bikinan
tak seharum bunga asli
ia, bunga bunga itu, dijajakan di jalanan
tidak di etalase etalasi yang menawan
berlagak gaya perempuan kudungan
atau perempuan gedongan
bahkan bunga bunga sekolahan
agar bercitra tak murahan
ia tak pernah layu dalam kemasan
ia tak berduri meski bernama mawar

maka, jangan sebut bunga pengantinmu
atau istrimu saat kau rayu
kendati itu bunga asli
tidakkah ia akan layu
saat durinya kau preteli
akhirnya kau mengendus bunga di taman kawan
atau membeli bunga liar
di toko toko atau warung warung sewaan…”

“lantas, kalau tidak boleh berumpama bunga
pantasnya apa? rumput atau pohon pohon berguna
dengan buah buah ranum?”

“perjodohan dan kebersamaan:

tanamlah kebenaran
tanamlah kebajikan
tanamlah akhlaq
tanamlah kesabaran
tanamlah kebaikan
tanamlah kejujuran
tanamlah kasih sayang

meski semua tanaman itu mulai sangat sulit didapatkan
namun masih tersedia bagi yang mau berusaha
sangat susah sekali pun
tapi kau akan masih bisa menyemai
di atas niat, iman
dan kesungguhan…”

Tangersang 27 feb 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: