Taman Hati buat Edelweisku


Oleh : Ontoseno Syaiful Islam


ketika aku berhenti 
dipersimpang jalan hidupku
tersentak sontak aku
melihatmu….. Edelweis

dipinggiran rel yang termarginalkan
oleh roda-roda normatif
yang melindas dan mengesampingkanmu
masinispun turun dari kereta
kereta yang membawaku selama 27 tahun

malaikatpun berbisik
pungut… pungutlah!!!!!
hatikupun tak ragu
tak sedikitpun sedih
bahagia….. suka cita
tapi bukan euforia

Edelweis,kamu mulia…
dimata pengembara
akupun sujud dalam renungku
membasuh luka ibunda tercinta
aku tak lekas memetikmu

karena kamu bunga terbaikku
kamu bunga impianku
dalam sunatullah yang memproteksi
pagar norma kehidupanku

Edelweis,kamu berharga dimataku
kamu tak akan layu 
kamu tak akan kering
kamu tak kan mati
hanya terlindas caci munafik

kamu akan segar
kamu akan mengembang
tumbuh indah di taman hatikku
taman hati pemberian ibu
taman hati impianku

dipersimpangan ini
aku putuskan berhenti
berhenti dari kesombongan
nafsu karsa duniawi
aku ingin mempersuntingmu 
wahai Edelweisku……
jangan pernah layu Edelweisku
karena engkau tak akan layu
tak akan layu ditaman hatiku

Tangerang,27 Desember 2009
ditengah keterpurukan hati

1 Komentar

  1. ontoseno syaiful islam said,

    24 Maret 2010 pada 02:41

    bayang masa kelam tak ingin ku menengoknya kembali…….


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: