R E N U N G 2



untuk apa kau tabur bunga di makamku
tidakkah lebih baik kau tanam di halaman rumah
rumah jiwamu

*
memunguti do’ado’a yang berserakan di jalananan
sebab mereka sudah tidak lagi membutuhkan do’a
kecuali harga diri

*
telah tertelanjangi seluruh tubuhmu
dihinakan di sembarang tempat
kau simpan di mana malumu?
————- mengapa harus malu
kecuali Tuhan yang mempermalukanku

*
kematian bukan penjara kehidupan
ia adalah pengingat sebesar apa kemulian yang telah terkumpulkan
ia adalah bahan bangunan untuk kawasan setelahnya

*
tengok sejenak ruang jiwa dan batinmu
emas, berliankah yang kau temukan
atau kau setubuhi ruangruang kosong
penuh api kemarahan
berserak bangkaibangkai kehidupan sebelum kematian?

*
dan sesungguhnya kebenaran tak ada yang paling atau ter
sebab kebenaran adalah kebenaran itu sendri dan tak perlu ditandingkan

Tangerang, 23 Juni 2010

1 Komentar

  1. ratna biroe said,

    23 Juni 2010 pada 18:42

    eyang.. puisi ini aku jadikan acuanku.. walau aku terkurung dalam kesunyian.. aku tak boleh malu untuk bergerak terus maju.. semoga eyang selalu dalam lindungan yang maha Kuasa.. Amin…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: