RATU MALAM


image by erry amanda


peraslah airmatamu banjiri sungasungai nadimu kemudian takar esuk hari
berapa jumlah butiran cinta yang kau tanak pada tempayan gelisah
lihat sobekansobekan jiwa yang sengaja kau jemur di kelembaban malam
keluarkan biji mata, amati lukisan apa yang terekam di dalamnya
warnawarna cinta berdarahdarah?

bulan yang senantiasa menjadi kuburan abadi dalam sunyi
jingga senja hari kau siram magma kehidupan
lantas lagu lama terus didendangkan dengan suara parau

saksikan lembaran tikar tanpa tulisan kapan tidur membedakan siang dan malam
pagi hari menyusuri jalanjalan tanpa arah
dunia kau kosongkan
lihat telapak kakimu
mulai memucat lelah mengukur jarak 
tanpa meningalkan jejak

menangislah di tengah derai tawa terpaksa
tengok sebentaran saja
berapa tebal kabut yang membelenggu ruang bathinmu
lalu kau berseru
oh bejana kehidupan
kemana liku hasratku kau sebarkan
lihatlah oh…sahabat duka 
masih belum genapkah jemari mengghitung pasrah?
dan diam!

Tangerang, 01:12, 20 juni 2010

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: